Simulasi Pereaksi Pembatas & Stoikiometri Model Diagram Batang

Simulasi Pereaksi Pembatas & Stoikiometri Model Diagram Batang

Sabtu, 28 Maret 2026

Dalam sebuah reaksi kimia, reaktan yang dicampurkan jarang sekali berada dalam perbandingan yang sempurna. Salah satu reaktan biasanya akan habis lebih dulu dan menghentikan reaksi, sementara reaktan lainnya masih tersisa.

Reaktan yang habis lebih dahulu inilah yang disebut pereaksi pembatas, dan ia yang menentukan seberapa banyak produk yang bisa terbentuk. Simulasi berikut membantu memahami konsep ini secara visual dan interaktif.

Bagikan di
Generator Visual Gelas Kimia 2D

Generator Visual Gelas Kimia 2D

Generator ini adalah alat interaktif untuk mendesain visual 2D gelas kimia (beaker), cocok untuk keperluan presentasi, materi ajar, atau simulasi laboratorium. Pengguna dapat menambahkan beberapa gelas sekaligus, mengatur warna larutan dan gelas, tingkat ketinggian cairan, kapasitas (50 mL – 1000 mL), serta kontrol gelembung (jumlah dan ukuran).

Semua perubahan tampak langsung pada area preview, dan hasil akhir dapat diekspor sebagai kode HTML mandiri atau gambar PNG tanpa latar. Canvas yang digunakan responsif sehingga proporsi gelas tetap terjaga di berbagai ukuran layar.

Bagikan di
Simulasi Molekuler 2D Penambahan Ion Senama pada Kesetimbangan Garam Sukar Larut

Simulasi Molekuler 2D Penambahan Ion Senama pada Kesetimbangan Garam Sukar Larut

Jumat, 27 Maret 2026

Simulasi interaktif ini dirancang untuk memvisualisasikan secara langsung efek ion senama (common ion effect) terhadap kelarutan garam-garam sukar larut. Dengan menambahkan ion yang sama dengan ion garam, kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan endapan sesuai asas Le Chatelier, sehingga kelarutan garam menurun drastis.

Melalui animasi beaker, grafik real-time, dan perhitungan numerik akurat, Anda dapat mengamati fenomena ini secara dinamis dan membandingkannya dengan perhitungan manual.

Bagikan di

Simulasi 2D Gaya Dipol-Dipol (Interaksi Dipol-Dipol) dan Konfrontasi-Miskonsepsi

Gaya dipol-dipol terjadi antara molekul polar yang memiliki dipol permanen. Perbedaan keelektronegatifan menciptakan muatan parsial tetap (δ+ dan δ−). Sistem secara spontan mencari orientasi paling stabil di mana ujung δ+ satu molekul berhadapan dengan ujung δ− molekul lain.

Bagikan di

Simulasi 2D Gaya Ion-Dipol (Interaksi Ion-Dipol) dan Konfrontasi-Miskonsepsi

Gaya ion-dipol terjadi antara ion bermuatan penuh dengan molekul polar. Ini adalah gaya antarmolekul terkuat dan menjadi dasar hidrasi (solvasi): proses ion dikelilingi molekul air saat senyawa ionik larut. Muatan penuh ion (±1 elektron (±1e)) jauh lebih kuat dari muatan parsial (δ), sehingga energi ikatannya bisa mencapai ratusan kJ/mol.

Bagikan di

Simulasi 3D Interaktif - Kelarutan

Simulasi ini memvisualisasikan konsep kelarutan secara interaktif dalam ruang tiga dimensi. Pengguna dapat mengamati bagaimana partikel-partikel zat terlarut bergerak dalam larutan, terbentuknya endapan saat larutan melewati batas jenuh, serta pengaruh suhu terhadap kapasitas pelarutan air.

Bagikan di
Soal Larutan Penyangga Ditambahkan Asam/Basa Bervalensi Dua

Soal Larutan Penyangga Ditambahkan Asam/Basa Bervalensi Dua

Rabu, 25 Maret 2026

TL;DR (Prinsip Dasar): Perhitungan pH larutan penyangga setelah penambahan asam atau basa bervalensi dua pada dasarnya tidak berbeda dengan penambahan asam atau basa monovalen. Yang membedakan hanyalah jumlah ion H⁺ atau OH⁻ yang dilepaskan: setiap 1 mol asam bervalensi dua (misal H2SO4) memberikan 2 mol H⁺, dan setiap 1 mol basa bervalensi dua (misal Ba(OH)2) memberikan 2 mol OH⁻.

Bagikan di
Persamaan IAPWS dan Diagram Fase Air

Persamaan IAPWS dan Diagram Fase Air

Berikut rumus-rumus yang dipakai untuk membuat plot tiga kurva fase air di diagram fase air. Semuanya mengacu pada formulasi standar IAPWS (International Association for the Properties of Water and Steam) yang merupakan rujukan internasional untuk sifat termodinamika air. Kurva yang ditampilkan di sini benar-benar dihitung berdasarkan formulasi internasional IAPWS, bukan skematik. Berikut rumus dan rentang validitasnya.

Bagikan di
Simulasi Larutan Penyangga V.2026

Simulasi Larutan Penyangga V.2026

Larutan penyangga (buffer) adalah sistem larutan yang mampu mempertahankan pH relatif konstan meskipun ditambahkan sedikit asam kuat, basa kuat, atau diencerkan. Sistem ini terdiri dari asam lemah dan basa konjugatnya (atau basa lemah dan asam konjugatnya) dalam konsentrasi yang sebanding.

Mekanisme kerjanya didasarkan pada reaksi kesetimbangan antara komponen-komponen tersebut: saat ion H+ ditambahkan, basa konjugat menetralisasinya; saat ion OH ditambahkan, asam lemah menetralisasinya, sehingga pH larutan bergeser sangat kecil. Prinsip ini sangat penting dalam sistem biologis (darah, sel), industri farmasi, dan analisis kimia.

Bagikan di
Simulasi Hidrolisis Garam V.2026

Simulasi Hidrolisis Garam V.2026

Simulasi ini memperlihatkan secara visual bagaimana garam terhidrolisis dalam air. Anda dapat melihat pergerakan partikel ion, terbentuknya produk hidrolisis, perubahan pH, serta perbandingan laju reaksi maju dan balik secara real-time.

Simulasi ini sangat membantu memahami konsep kesetimbangan dinamis, hidrolisis garam, dan pengaruhnya terhadap sifat asam-basa larutan. Terdapat 4 jenis garam yang dapat dipilih sesuai dengan kombinasi asam dan basa pembentuknya.

Bagikan di
Kalkulator pH Campuran Dua Asam Lemah Berbeda

Kalkulator pH Campuran Dua Asam Lemah Berbeda

Selasa, 24 Maret 2026

Teori kalkulator ini sesuai prinsip perhitungan yang telah dijelaskan di sini.

Untuk menggunakan masukkan nilai tetapan ionisasi (\(K_a\)) dan konsentrasi setelah pencampuran (dalam mol/L).

Gunakan tanda koma sebagai pemisah desimal. Kalkulator akan menentukan pH berdasarkan pendekatan \([\text{H}^+] = \sqrt{K_{a1} C_1 + K_{a2} C_2}\) serta memberikan analisis apakah salah satu asam mendominasi.

Bagikan di
pH Campuran Dua Asam Lemah Berbeda

pH Campuran Dua Asam Lemah Berbeda

Ketika dua jenis asam lemah dengan nilai tetapan ionisasi (Ka) yang berbeda dicampurkan, ion H+ dalam larutan berasal dari kedua asam tersebut. Tidak seperti campuran asam kuat, ionisasi masing-masing asam lemah saling mempengaruhi karena adanya efek ion sejenis.

Bagikan di
Simulasi Penyangga (Kapasitas vs Efektivitas): Perbandingan Dua Sistem

Simulasi Penyangga (Kapasitas vs Efektivitas): Perbandingan Dua Sistem

Sistem penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH-nya relatif tetap meskipun ditambahkan sedikit asam kuat (HCl) atau basa kuat (NaOH). Penyangga biasanya terdiri dari pasangan asam lemah (HA) dan basa konjugatnya (A⁻) atau sebaliknya. Simulasi hitungan pH larutan penyangga dan kapasitasnya lebih lanjut dapat dilihat di sini.

Bagikan di
Simulasi 3D Warna Larutan Ion Logam Transisi

Simulasi 3D Warna Larutan Ion Logam Transisi

Simulasi 3D di bawah menampilkan berbagai ion logam transisi (Cu, Fe, Cr, Mn, Co) beserta warna larutannya yang khas. Hal ini merupakan bukti langsung bahwa elektron dalam orbital d menyerap foton dengan energi tertentu, lalu memantulkan sisa spektrum ke mata kita. Artikel ini membahas mekanisme fisika-kimia di balik fenomena tersebut secara bertahap: dari struktur orbital d, pembelahan medan kristal, hingga faktor-faktor yang menentukan panjang gelombang yang diserap.

Bagikan di
Dasar-Dasar Elektrokimia: Gaya Gerak Listrik, Persamaan Nernst, Elektrolisis dan Hukum Faraday

Dasar-Dasar Elektrokimia: Gaya Gerak Listrik, Persamaan Nernst, Elektrolisis dan Hukum Faraday

Tulisan ini dibuat untuk membantu siswa MA/SMA/SMK yang berniat untuk mempersiapkan diri dalam olimpiade kimia atau sejenisnya.

Elektrokimia mempelajari hubungan antara reaksi kimia dan energi listrik. Terdapat dua jenis sel: sel galvani yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik (proses spontan), dan sel elektrolisis yang menggunakan energi listrik untuk mendorong reaksi kimia yang tidak spontan.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info