Akurasi dan presisi merupakan dua konsep yang sering tertukar namun maknanya sangat berbeda. Dalam kimia analitik, pengukuran yang andal bergantung pada kedua aspek ini: akurasi menunjukkan seberapa dekat hasil dengan nilai sebenarnya, sedangkan presisi menunjukkan konsistensi pengukuran berulang.
Instrumen bisa presisi tapi tidak akurat (bias sistematik) atau akurat tapi tidak presisi (variasi acak), dan masing‑masing memerlukan perbaikan berbeda seperti kalibrasi atau pengendalian kebisingan.
Artikel ini singkatnya membahas perbedaan konseptual, metrik kuantifikasi (bias, deviasi baku, ketidakpastian), contoh laboratorium, dan langkah praktis untuk memvalidasi serta meningkatkan kinerja alat.
