Kemampuan menentukan kadar protein dalam bahan pangan, produk farmasi, maupun sampel biologis merupakan salah satu keterampilan analitik yang fundamental dalam kimia. Metode Kjeldahl merupakan salah satu metode yang paling populer untuk tujuan tersebut. Metode ini telah menjadi standar internasional dalam analisis protein selama lebih dari satu abad karena akurasi dan reproduktibilitasnya yang tinggi.
Prinsipnya sederhana namun elegan: nitrogen organik dalam sampel dikonversi menjadi ion amonium melalui pemanasan bersama asam sulfat pekat, kemudian amonia yang dibebaskan diukur secara titrimetri untuk memperoleh kadar nitrogen, yang selanjutnya dikalikan dengan faktor konversi tertentu untuk mendapatkan kadar protein.
