Pada era saat ini, menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi salah satu tantangan terbesar bagi guru Kimia atau guru apa saja. Soal HOTS menuntut siswa tidak sekadar menghafal rumus, melainkan menganalisis (C4) hingga mengevaluasi (C5) sebuah fenomena kimia.
Banyak guru beralih ke AI seperti Gemini atau ChatGPT atau lainnya untuk mempercepat proses ini. Namun, sering kali hasil yang didapat mengecewakan: soal terlalu sederhana, teksnya saja yang panjang tapi esensinya hafalan, atau pilihan jawabannya terlalu mudah ditebak. Mengapa hal ini terjadi? Jawabannya ada pada teknik prompting (cara memberikan perintah ke AI).
