Berikut ringkasan materi "Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Diagram Skematik Kelarutan dan Ksp
Berikut ringkasan materi "Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Diagram Skematik Titrasi Asam-Basa
Berikut ringkasan materi "Titrasi Asam-Basa" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram disertai rumus yang. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Diagram Skematik Larutan Penyangga
Berikut ringkasan materi "Larutan Penyangga" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram disertai rumus yang. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Diagram Skematik Hidrolisis Garam
Berikut ringkasan materi "Hidrolisis Garam" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram disertai rumus yang. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Diagram Skematik Kekuatan Asam-Basa
Berikut ringkasan materi "Kekuatan Asam-Basa" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram disertai rumus yang. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Diagram Skematik Teori Asam-Basa
Berikut ringkasan materi "Teori Asam Kuat/Lemah dan Basa Kuat/Lemah" yang disusun secara skematik atau berbentuk diagram. Sila pilih mode landscape atau potrait dengan isi sama. Tunjuannya agar lebih mudah memahami garis besar materi ini. Untuk mengunduhnya sila klik gambar.
Peta Hubungan Rumus Kimia Asam-Basa
Kamis, 23 April 2026
Berikut ini semacam rangkuman berupa peta konsep hubungan rumus-rumus yang umum digunakan dalam bahasan asam-basa hingga titrasi-nya. Di bagian akhir disertakan format JPEG yang jauh lebih ringkas tanpa keterangan khusus (dibuat menggunakan https://app.diagrams.net).
Untuk mendownloadnya sila klik pada gambar. Tampilan terbaik bila dibuka menggunakan mode "Desktop".
Tolong dikoreksi bila ada yang keliru dengan menuliskan koreksi di kotak komentar.
Menyusun Soal Kimia - Menguji Pemahaman Proses
Rabu, 22 April 2026
Menyusun soal kimia yang mampu menguji pemahaman proses dapat dianalogikan seperti merancang alur cerita detektif. Guru sudah mengetahui jawaban akhir yang diharapkan, lalu merancang setiap tahap penalaran yang harus dilalui siswa agar dapat sampai ke sana.
Dengan pendekatan semacam ini, soal tidak lagi hanya menuntut kemampuan menghitung atau menghafal rumus, tetapi lebih menekankan pada kemampuan menganalisis, merekonstruksi alur, dan mengaitkan beberapa konsep secara runtut.
Soal Rumus Empiris-Molekul, dan Stoikiometri (Latihan OSN Kimia)
Dua soal tentang rumus empiris-rumus molekul dan satu soal stoikiometri yang dapat dijadikan bahan belajar persiapan olimpiade kimia. Pada bagian awal disertakan prasyarat yang harus dikuasai sebelum mengerjakan soal. Coba kerjakan mandiri lebih dahulu, bila sudah selesai atau "mentok" boleh klik Lihat Pembahasan.
Mengenal Metode Numerik Runge‑Kutta (RK4) dan Aplikasinya dalam Kinetika Kimia
Selasa, 21 April 2026
Dalam kinetika kimia, hukum laju reaksi dinyatakan sebagai Persamaan Diferensial Biasa (PDB) atau Ordinary Differential Equations (ODE) yang menghubungkan laju perubahan konsentrasi terhadap waktu.
Pembelajaran Kinetika Reaksi: Simulator Interaktif Orde Bulat & Pecahan
Dengan dua simulator interaktif yang terseda di blog ini, pembelajaran kinetika reaksi menjadi lebih konkret dan eksploratif.
Simulator pertama (reaksi A + B + C dengan orde parsial A = 1, B = 2, C = 0) memungkinkan siswa memvariasikan konstanta laju dan konsentrasi awal tiga reaktan secara real-time, lalu mengamati bagaimana kurva fraksi konsentrasi masing-masing zat berubah sesuai hukum laju.
Simulator kedua (reaksi A → Produk dengan orde n dapat diatur dari 0,2 hingga 2,5) membantu siswa memahami bahwa orde reaksi tidak selalu bilangan bulat; mereka bisa membandingkan bentuk kurva orde pecahan (misal 0,5; 1,3; 1,8) dengan orde 0, 1, dan 2.
Kedua alat ini dapat digunakan untuk demonstrasi di kelas, tugas eksplorasi mandiri, pengganti praktikum sederhana, atau sebagai media diskusi konsep waktu paruh, laju awal, dan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi.
Simulasi Interaktif Kurva Kinetika Reaksi Orde Non-Bulat
Simulator ini hanya meninjau satu zat reaktan A yang berubah menjadi produk, berbeda dengan simulator sebelumnya yang melibatkan tiga reaktan (A, B, C). Di sini kita fokus pada hukum laju \( r = k [A]^n \) dengan orde n dapat berupa bilangan pecahan (non-bulat), seperti 0,5 ; 1,3 ; 1,8 dst. Tujuan utama adalah memahami bentuk kurva fraksi konsentrasi terhadap waktu untuk orde yang jarang dibahas dalam pembelajaran dasar.
Simulasi Interaktif Kurva Kinetika Reaksi: Orde A = 1, B = 2, C = 0
Simulator ini dirancang untuk memvisualisasikan perubahan konsentrasi tiga reaktan (A, B, C) dalam reaksi dengan hukum laju: \( r = k \cdot [A]^{1} [B]^{2} [C]^{0} \). Dengan kata lain, reaksi orde 1 terhadap A, orde 2 terhadap B, dan orde 0 terhadap C. Stoikiometri reaksi: \( A + B + C \rightarrow \text{Produk} \) (koefisien 1:1:1). Grafik menampilkan fraksi konsentrasi tersisa \( [X]/[X]_0 \) terhadap waktu, sehingga mudah membandingkan laju peluruhan masing-masing spesi.
Cara Mudah Mengenali Orde Reaksi dari Bentuk Kurva Atau Data t½
Senin, 20 April 2026
Artikel ini menyajikan cara mudah mengenali orde reaksi (nol, satu, atau dua) hanya dengan melihat bentuk kurva/data konsentrasi terhadap waktu serta memahami perilaku waktu paruhnya. Dari kurva, Anda bisa langsung melihat apakah waktu paruh konstan, memendek, atau memanjang, itu adalah ciri khas masing-masing orde reaksi. Perlu kehati-hatian khusus bentuk kurva orde 1 dan orde 2, sebab sedikit berbeda. Ini seperti yang pernah muncul pada soal-3 OSN Kab/Kota 2025.
