Konverter Koordinat Molekul 3D Format SDF ke JS

Konverter Koordinat Molekul 3D Format SDF ke JS

Selasa, 03 Maret 2026

Alat ini dibuat untuk kebutuhan admin blog dalam membuat kode JS untuk kebutuhan visualisasi molekul 3D dari format SDF standar ke format kustomasi di JS menggunakan Three.js. FIle SDF sendiri dapat dibuat dengan menggunakan Open Babel GUI yang digenerate dari format SMILES. Untuk Open Babel versi online dapat diakses dari sini. Pihak lain dapat menggunakan bila mempunyai tujuan serupa.

Bagikan di
Tutorial CSS Jumlah Item Ganjil dalam Grid Genap, Item Terakhir Tetap Dapat Terpusat

Tutorial CSS Jumlah Item Ganjil dalam Grid Genap, Item Terakhir Tetap Dapat Terpusat

Pernah bikin grid 1fr 1fr dengan tiga item, lalu item ketiga turun ke baris kedua dan menempel kiri? Nah, di tutorial ini kita bikin item yang sendirian itu lebarnya sama persis dengan satu kolom (setengah container) dan berada di tengah, bukan di kiri. Cocok buat layout kartu produk atau galeri atau item yang jumlahnya ganjil di grid (kolom) genap.

Bagikan di

Istilah Aksial dan Ekuatorial dalam Ilmu Kimia

Senin, 02 Maret 2026

Istilah "aksial" dan "ekuatorial" sering digunakan dalam kimia untuk menggambarkan posisi atom atau gugus fungsional dalam struktur molekul. Konsep ini muncul dalam dua konteks utama: geometri molekul berdasarkan teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) dan kimia organik, khususnya konformasi molekul siklik. Artikel ini akan membahas keduanya secara rinci, dengan contoh pada bentuk molekul AX5 dan AX6 dalam sistem notasi VSEPR, serta penerapannya dalam kimia organik.

Bagikan di
Visual Pemodelan 3D Geometri Elektron dan Bentuk Molekul

Visual Pemodelan 3D Geometri Elektron dan Bentuk Molekul

Simulasi ini memvisualisasikan geometri molekul berdasarkan teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion), teori yang menjelaskan bentuk molekul berdasarkan tolakan antar pasangan elektron di sekitar atom pusat.

Setiap baris menampilkan dua tampilan berdampingan: Geometri Elektron (kiri) yang menggambarkan semua domain elektron termasuk Pasangan Elektron Bebas (PEB), dan Geometri Molekul (kanan) yang menggambarkan bentuk nyata molekul berdasarkan posisi atom-atomnya saja.

Bagikan di
Mengapa Nilai K Tergantung Suhu, Tidak Tergantung Tekanan dan Konsentrasi?

Mengapa Nilai K Tergantung Suhu, Tidak Tergantung Tekanan dan Konsentrasi?

Minggu, 01 Maret 2026

Dalam kimia kesetimbangan, kita sering mendengar bahwa konstanta kesetimbangan (K) hanya bergantung pada suhu. Artinya, nilai K tidak berubah meskipun kita mengubah tekanan total, volume, atau konsentrasi awal zat-zat yang bereaksi. Mengapa demikian? Mari kita telusuri penjelasannya dari sudut pandang termodinamika dan kinetika.

Bagikan di
Elektrolisis Larutan CuSO4 dengan Elektrode Platina (Tinjauan Overpotensial dan Peran Katalitik Platina Oksida)

Elektrolisis Larutan CuSO4 dengan Elektrode Platina (Tinjauan Overpotensial dan Peran Katalitik Platina Oksida)

Sabtu, 28 Februari 2026

1. Dasar Elektrolisis Larutan CuSO4 dan Kompetisi Reaksi di anode

Elektrolisis larutan CuSO4 merupakan salah satu contoh paling umum dalam mempelajari reaksi redoks yang disebabkan oleh arus listrik. Dalam sistem ini, larutan mengandung ion Cu2+ dan SO42- yang terdisosiasi sempurna dalam air. Ketika dua elektrode inert seperti platina (Pt) dicelupkan dan dihubungkan dengan sumber arus searah, terjadi reaksi di kedua elektrode.

Bagikan di

Bentuk Molekul HF, Teori Domain Elektron, dan Teori VSEPR

Jumat, 27 Februari 2026

TLDR: Molekul diatomik seperti HF tidak masuk dalam bahasan teori VSEPR, meskipun secara teori domain elektron atom F-nya memiliki 4 domain (1 PEI + 3 PEB).

Teori VSEPR secara fundamental dirancang untuk memprediksi bentuk molekul dengan atom pusat yang mengikat minimal dua atom lain, sehingga ada pilihan geometri dan sudut ikatan.

Bagikan di
Orbital Hibrida dan Orbital Nonhibrida

Orbital Hibrida dan Orbital Nonhibrida

Kamis, 26 Februari 2026

Bahasan dalam tulisan ini didasarkan pada teori ikatan valensi (Valence Bond Theory/VBT), teori yang menyatakan bahwa elektron yang terlibat dalam pembentukan ikatan antaratom hanya elektron di kulit terluar. Penentuan jenis orbital hibrida (orbital gabungan/campuran) baik untuk atom pusat atau atom lain yang berikatan dengan atom pusat dapat dilakukan secara cepat.

Bagikan di
Soal dan Pembahasan (Analisis) Pemilihan Larutan Indikator Titrasi Poliprotik

Soal dan Pembahasan (Analisis) Pemilihan Larutan Indikator Titrasi Poliprotik

Rabu, 25 Februari 2026

Dalam titrasi asam-basa, pemilihan indikator yang tepat sangat penting untuk mendapatkan titik akhir yang akurat sesuai titik ekuivalen. Indikator harus memiliki trayek pH yang mencakup pH larutan pada titik ekuivalen. Namun dalam praktiknya, faktor seperti ketajaman perubahan warna dan kenyamanan visual juga mempengaruhi pilihan.

Bagikan di
Dua Konteks Perhitungan pH (Garam Terhidrolisis & Titrasi)

Dua Konteks Perhitungan pH (Garam Terhidrolisis & Titrasi)

Mengapa rumus pH larutan garam yang dilarutkan melibatkan konsentrasi, sementara rumus pH di titik ekuivalen titrasi tidak melibatkan konsentrasi dan apa kaitan matematis di antara keduanya.

Bagikan di
Hidrolisis Garam dengan Kation dari Basa Lemah Polihidroksi (Hidrolisis Bertingkat/Bertahap)

Hidrolisis Garam dengan Kation dari Basa Lemah Polihidroksi (Hidrolisis Bertingkat/Bertahap)

Hidrolisis bertingkat garam dari basa lemah polihidroksi adalah proses kation garam bereaksi dengan air secara bertahap (tidak sekaligus) karena kation tersebut mampu melepaskan proton (H+) lebih dari satu kali, masing-masing dengan konstanta kesetimbangan (Ka) yang berbeda.

Hal ini terjadi karena basa lemah polihidroksi (seperti Al(OH)3, Fe(OH)3, dan Zn(OH)2) menerima H+ secara bertahap saat membentuk garam. Akibatnya, kation logam yang terbentuk dalam wujud ion kompleks aqua, masih dapat melepaskan H+ ke air secara bertahap pula.

Bagikan di
Hidrolisis Garam dengan Anion dari Asam Lemah Poliprotik (Hidrolisis Bertingkat/Bertahap)

Hidrolisis Garam dengan Anion dari Asam Lemah Poliprotik (Hidrolisis Bertingkat/Bertahap)

Hidrolisis bertingkat garam dari asam lemah poliprotik adalah proses anion garam bereaksi dengan air secara bertahap (tidak sekaligus) karena anion tersebut mampu menerima proton (H+) lebih dari satu kali, masing-masing dengan konstanta kesetimbangan (Kb) berbeda.

Hal ini terjadi karena asam lemah polipotik (seperti H2CO3, H2SO3, dan H3PO4) melepaskan H+-nya secara bertahap saat membentuk garam. Akibatnya, anion yang terbentuk masih dapat bereaksi kembali dengan air secara bertahap pula.

Bagikan di
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Kation) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

Senin, 23 Februari 2026

Studi Kasus: Titrasi ZnCl2 dan AlCl3 dengan NaOH – Analogi dengan Asam Poliprotik

1. Mengapa Kation Logam Bisa Bersifat Asam?

Ketika garam seperti ZnCl2 atau AlCl3 dilarutkan dalam air, ion logamnya tidak berdiri sendiri sebagai Zn2+ atau Al3+ telanjang. Ion logam ini memiliki orbital kosong berenergi rendah yang dapat menerima pasangan elektron dari molekul air, sehingga terbentuk ion aqua kompleks:

Bagikan di
pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

pH Garam Terhidrolisis Bertingkat (Hidrolisis Anion) pada Titik-titik Ekuivalen Titrasi

Studi Kasus: Titrasi H3PO4 dengan NaOH – Penurunan Rumus pH di TE-1, TE-2, dan TE-3

Hidrolisis garam terjadi ketika ion penyusun garam bereaksi dengan H2O menghasilkan larutan yang bersifat asam atau basa. Pada garam yang berasal dari asam lemah poliprotik atau basa lemah polihidroksi, proses hidrolisis dapat terjadi secara bertingkat.

Pada artikel ini dijelaskan penurunan rumus pH pada setiap titik ekuivalen (TE) pada proses titrasi yang menghasilkan garam terhidrolisis secara bertingkat (garam dengan anion dari asam poliprotik) seperti Na3PO4.

Bagikan di
Titik-Titik Penting dalam Titrasi (Asam Basa)

Titik-Titik Penting dalam Titrasi (Asam Basa)

Minggu, 22 Februari 2026

Kurva titrasi adalah grafik yang menunjukkan perubahan pH larutan (sumbu Y) terhadap volume titran yang ditambahkan (sumbu X, biasanya basa). Bentuknya khas seperti huruf "S" (sigmoid). Di sepanjang kurva ini, ada beberapa titik penting yang menjadi kunci interpretasi data titrasi.

Bagikan di
 
Copyright © 2015-2026 Urip dot Info | Disain Template oleh Herdiansyah Dimodivikasi Urip.Info